Perkembangan diartikan sebagai perubahan yang kontinu dan sistematis dalam diri seseorang sejak tahap konsepsi sampai meninggal dunia. Perkembangan berkaitan dengan kematangan secara biologis dan proses belajar. Demikian pula dalam perkembangan anak, secara biologis Ia harus berada dalam kondisi sesuai umurnya. Terdapat pola kesamaan perkembangan dalam diri seseorang dengan anak lainnya pada tahap usia tertentu.[1]

 

I.        Perkembangan Manusia Fase Prasekolah ( 4 – 6 tahun )

 

a.    Perkembangan Fisik

Pada umur prasekolah sekitar 5 tahun keseimbangan badan anak sudah berkembang cukup baik, anak sudah pandai berjalan, naik tangga, meloncat ke tanah dengan kedua kakinya dan sering kali sudah dapat bersepeda.[2]

Aktifitas fisik adalah salah satu karakteristik umum anak-anak TK/Prasekolah, meskipun sangat berbeda-beda dalam hal tingkat perkembangan keterampilan dan kemampuan fisik. Beberapa anak terlihat lambat dan hati-hati untuk mencoba hal-hal baru; sementara yang lainnya sepertinya siap menerima setiap tantangan yang disajikan.

Sebagian besar anak-anak TK penuh dengan energi, siap untuk berlari, bermain ayunan, memanjat dan melompat, dan sangat ingin mencoba kekuatan mereka dengan memindahkan blok atau kotak besar.

Mereka sedang mengembangkan rasa irama, dan menikmati kegiatan seperti berjalan, melompat atau bertepuk tangan untuk musik.

Perkembangan kemampuan sensor indera masih tidak merata karena koordinasi mata dengan indera lainnya masih berkembang.  Ini adalah masa konsolidasi keuntungan dan mengembangkan kontrol motorik halus, namun, jika terjadi penekanan pada kegiatan motorik halus seperti menulis, memotong dan membuat diskriminasi visual yang sangat diskrit dapat mengakibatkan ketegangan dan frustrasi pada anak-anak[3]

b.    Perkembangan Psikis

            Anak-anak mengembangkan keterampilan sosial dan emosional selama masa prasekolah. Pada tahun-tahun pertama,  beberapa anak mungkin muncul dengan malu-malu dan seperti kurang inisiatif dalam bergaul. Namun, ketika mereka akhirnya mengalami adanya penerimaan dari para guru dan teman maka secara perlahan biasanya mereka dapat memperoleh kepercayaan diri, mulai membangun persahabatan, dan aktif dalam kelas.

            anak-anak juga mungkin terlalu tegas (agresif) sebelum belajar dari pengalaman cara-cara yang lebih tepat untuk berhubungan dengan teman-temannya. Ini adalah waktu untuk menguji dan mengeksplorasi hubungan-hubungan sosial.

            anak-anak sangat ingin bisa dipercaya untuk mengemban suatu tanggung jawab. Mereka senang jika dilibatkan dalam suatu keperluan, diijinkan menggunakan alat yang tepat, bekerja sama dengan orang dewasa dalam kegiatan seperti memasak, membawa barang-barang dari rumah, dan memberikan solusi untuk masalah-masalah praktis.

            Anak-anak lebih stabil dalam hal sosio-emosional jika dapat mengembangkan selera humor yang bagus, mengungkapkan pikiran dan perasaannya dalam bentuk permainan bahasa.

            Mereka dapat mengembangkan ketakutan spesifik, seperti ketakutan akan kematian, dan keliru beranggapan bahwa mereka telah menyebabkan berbagai peristiwa buruk dapat terjadi, misalnya perpisahan orangtua.

            Anak – anak prasekolah menanggapi kritik, nama panggilan dan ejekan dengan sangat serius karena mereka masih berpikir bahwa apa yang dikatakan ada dalam realitas – pada nilai nominalnya.

            Anak – anak mempunyai kontak yang intensif denga teman-tema sebaya.[4]

 

II.     Perkembangan Manusia Fase Sekolah Dasar ( 6 – 12 tahun )

 

Masa usia sekolah dasar sebagai masa kanak-kanak akhir yang berlangsung dari usia enam tahun hingga kira-kira usia sebelas tahun atau dua belas tahun. Karakteristik utama siswa sekolah dasar adalah mereka menampilkan perbedaan-perbedaan individual dalam banyak segi dan bidang, di antaranya, perbedaan dalam intelegensi, kemampuan dalam kognitif dan bahasa, perkembangan kepribadian dan perkembangan fisik anak.[5]

 

a.    Perkembangan Fisik

 

         Sekitar 6 tahun terlihat bahwa badan anak bagian atas lebih lamban berkembangnya daripada badan nagian bawah.

         Anggota – anggota badan masih relative pendek, kepala relative besar, perutnya masih besar dan ada gigi susu.

         Apabila anak sudah mencapai bentuk anak sekolah maka ia akan lebih menyerupai bentuk orang dewasa daipada misalnya anak umur 2 tahunan.

         Bertambahnya berat badan sebagian besar merupakan akibat bertambahnya jaringan urat daging. Dalam keseluruhannya maka jasmani anak akan menjadi lebih stabil dan lebih kuat.

         Kekuatan badan dan kekuatan tanga pada anak laki-laki bertambah dengan pesat antara usia 6-12 tahun.

         Dalam masa ini juga ada perubahan dalam sifat dan frekuensi motorik kasar dan halus. Gerakan motorik sekarang makin tergantung daripada aturan formal dan aturan yang telah ditentukan dan bersifat kurang spontan. Gerakan yang sangat banyak dilakukan oleh anak makin berkurang pada akhir masa ini.[6]

 

 

b.        Perkembangan Psikis

 

         Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang kongkrit,

         Amat realistik, ingin tahu dan ingin belajar,

         Menjelang akhir masa ini telah ada minat terhadap hal-hal dan mata pelajaran khusus, oleh ahli yang mengikuti teori faktor ditaksirkan sebagai mulai menonjolnya faktor-faktor, 

         Pada umumnya anak menghadap tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha menyelesaikan sendiri,

         Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi sekolah,

         Anak pada masa ini gemar membentuk kelompok sebaya, biasanya untuk bermain bersama-sama.[7]

BAB III

Kesimpulan

        Perkembangan pada diri seseorang  tentunya berbeda-beda mulai dari masa bayi sampai lanjut usia. Dan juga terdapat pola kesamaan perkembangan dalam diri seseorang dengan anak lainnya pada tahap usia tertentu.

I.        Perkembangan Manusia Fase Prasekolah ( 4 – 6 tahun )

a.       Perkembangan Fisik

        Aktifitas fisik adalah salah satu karakteristik umum anak-anak TK/Prasekolah, meskipun sangat berbeda-beda dalam hal tingkat perkembangan keterampilan dan kemampuan fisik. Beberapa anak terlihat lambat dan hati-hati untuk mencoba hal-hal baru; sementara yang lainnya sepertinya siap menerima setiap tantangan yang disajikan.

b.      Perkembangan Psikis

        Anak-anak mengembangkan keterampilan sosial dan emosional selama masa prasekolah. Pada tahun-tahun pertama,  beberapa anak mungkin muncul dengan malu-malu dan seperti kurang inisiatif dalam bergaul. Namun, ketika mereka akhirnya mengalami adanya penerimaan dari para guru dan teman maka secara perlahan biasanya mereka dapat memperoleh kepercayaan diri, mulai membangun persahabatan, dan aktif dalam kelas.

II.     Perkembangan Manusia Fase Sekolah Dasar ( 6 – 12 tahun )

a.       Perkembangan Psikis

Dalam masa ini juga ada perubahan dalam sifat dan frekuensi motorik kasar dan halus. Gerakan motorik sekarang makin tergantung daripada aturan formal dan aturan yang telah ditentukan dan bersifat kurang spontan. Gerakan yang sangat banyak dilakukan oleh anak makin berkurang pada akhir masa ini.

b.      Perkembangan Psikis

Menjelang akhir masa ini telah ada minat terhadap hal-hal dan mata pelajaran khusus, oleh ahli yang mengikuti teori faktor ditaksirkan sebagai mulai menonjolnya faktor-faktor.

Daftar Pustaka

 

 

Haditono . Siti Rahayu, Psikologi Perkembangan,GajahmadaUniversity Press,Yogyakarta : 1982

http://wongsubah.blogspot.com/2008/10/karakteristik-perkembangan-anak-tk.html

http://www.bintangbangsaku.com/content/karakteristik-anak-tk

http://www.bintangbangsaku.com/content/karakteristik-anak-tk

http://xpresiriau.com/artikel-tulisan-pendidikan/karakteristik-siswa-sekolah-dasar/

http://xpresiriau.com/artikel-tulisan-pendidikan/karakteristik-siswa-sekolah-dasar/